Pastikan Besar Watt ?


1871lampu-2-mika-dvd-1.jpgNiat hati ingin mencari sesuatu yang lebih! Eh, hasilnya malah berkurang ya. Yap! Kejadian itu dialami ketika ingin mengubah sinar yang lebih terang pada lampu motor kesayangan. Terutama, motor yang aplikasi dua bohlam sebagai penerangan utama. Ya, macam Honda Vario dan Yamaha Nouvo Z.

Karena ingin sinar lampu lebih terang, maka kedua lampu alias bulb standar diganti halogen. Begitunya sinar bakal lebih mampu terangi jalan di malam hari. Tapi, apa jadinya? Sinar lampu kok malah redup!“
1872lampu-2-mika-dvd-2.jpg
Itu bisa terjadi. Lampu meredup, karena watt yang digunakan di halogen lebih besar dari seharusnya. Misalnya, halogen 35 watt,” ujar Wira Santosa, spesialis lampu yang punya workshop di Jl. Raya Pondok Gede, No. 14, Jakarta Timur.

Oh githu! Menurut Wira lagi, kapasitas listrik yang tersedia tidak mampu membuat nyala bulb menjadi terang. Itu karena kapasitas listrik yang masuk atau tersedia dibagi untuk dua bohlam. Kalau dijumlah, berarti ada 70 watt dong. Gak kuku…

Kondisi ini, bisa berbeda jika motor cuma aplikasi satu bohlam doang. Pastinya halogen dengan kapasitas watt segitu, bisa lebih berfungsi maksimal. Saran pria ramah ini, baiknya perhatikan watt bohlam pengganti.

Misal, jika bohlam asli ukuran 18 watt, jangan diganti pakai ukuran 35 watt. “Toleransinya, dari 18 watt bisa pakai yang 25 watt. Jika pakai 35 watt, terlalu besar,” aku pria yang terus inovasi soal lampu kendaraan ini. Jadi, githu toh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s